Monday, December 30, 2013

Meski Kita Tak Kenal, Aku Kehilangan

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Begitu ajaib bagaimana semesta menghubungkan orang satu dengan orang lainnya, dan menciptakan perasaan sayang dari hati kepada sosok satu dengan lainnya. Seperti yang aku rasakan untuk penyanyi Nasyid itu, Kang Deden... bukan tipikal penggemar wanita kepada idolanya seperti kebanyakan fangirls kepada artis Korea. Aku bukan penggemar berat, hanya dua lagu yang aku tahu dari Band Nasyid Edcoustic:

1. Sebiru Hari Ini
2. Aku Ingin Mencintai-Mu

Yang istimewa bukan hubunganku dengan mereka. Yang istimewa adalah yang menghubungkanku dengan mereka. Adalah Mabit Nurul Fikri yang mengenalkan aku dengan dua lagu ini, lagu yang kemudian menjadi pengingat akan ukhuwah yang kumiliki bersama Mabiters saat itu dan bagaimana perjuangan yang kami lalui bersama, serta perpisahan yang siap menunggu kami di depan mata. Lagu yang mengingatkanku untuk selalu kembali kepada Allah setiap kali aku kehilangan arah. Betapa besar makna lagu-lagu tersebut dan cerita di baliknya bagiku sehingga kudengarkan berkali-kali. Lalu, tiba-tiba ku dengar kabar bahwa si pelantun lagu hidupku itu baru saja berpulang. Entah bagaimana, ada kehilangan dan kesedihan dalam diriku. Padahal aku tak kenal Kang Deden, si vokalis itu. Aku tak juga ngefans seperti layaknya gadis-gadis pada idolanya. Aku hanya senang mendengarkan dua lagu yang dinyanyikannya karena cerita di baliknya. Tapi, rasa sedih itu entah kenapa tetap ada. Aneh sekali bukan, semesta ini seolah ingin mengajak semua orang mengingat bahwa salah satu sosok yang mulia itu telah kembali pulang, dan kami harus berdoa untuknya. Seolah semesta mengajak kami menangis bersama-sama, meski kami tidak kenal, tapi kehilangan itu ada entah bagaimana caranya.

Semoga Kang Deden ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Suara merdu nan menyejukkan hati itu akan terus menemani kami semua sambil menunggu gilirannya pulang. Bukan hanya sekedar nyanyian, tapi juga bentuk dakwah. Nyanyianmu menyentuh hati banyak orang. Selamat jalan, Kang Deden.


Jangan lupa mengirimkan Al-Fatihah untuk Beliau

Wassalamualaikum. Wr. Wb.


0 komentar:

Post a Comment

There was an error in this gadget