Monday, February 25, 2013

Kata-Kata Papa

Karena saya tidak ingin melupakan, atau terlupa akan berbagai pelajaran berharga yang pernah dikatakan Papa. Sosok lelaki terhebat yang sangat kucintai karena Allah. Sosok yang tak pernah menyerah pada keluarganya, sosok yang setia terhadap isterinya, sosok yang begitu menyayangi anak-anaknya, sosok yang kata-katanya paling sering menggugah hatiku, sosok yang akan selalu saya rindukan dalam ada dan tiadanya...


1. "Bersedekah itu bukan hanya melalui Mesjid, Mushola, dan lembaga-lembaga resmi aja. Kalau ketemu pemulung, tukang sapu jalanan, tetangga yang miskin, atau penjual barang bekas yang tampaknya membutuhkan sedekah di jalan, lalu kita datangi dan kasih uang ke mereka, itu juga termasuk sedekah. Apalagi kalau jumlah uang yang kita berikan itu cukup besar, sampai orang yang kita kasih itu terkejut dan mengucap syukur, insya Allah akan mencapai langit sedekahnya dan balasannya berkali-kali lipat.."

2. "Hidup di dunia jangan takut miskin, takut nggak punya uang, takut melulu. Bumi Allah luas untuk seluruh umatnya. Allah lah yang merawat kita sejak kita masih dalam kandungan hingga akhir hayat nanti. Kalau bukan karena rahmat Allah, kita tidak akan hidup dalam perut Ibu, kita tidak akan selamat berkendara di jalanan, kita tidak akan selamat dari berbagai racun dalam makanan. Segala hal di dunia ini dari yang sekecil atom hingga yang terbesar, dikendalikan dan dijaga oleh Allah. Jangan pernah takut kita akan terpuruk. Selama kita punya Allah dan beriman pada-Nya, ia takkan pernah meninggalkan kita."

3. "Sholat bukan hanya sekedar hapal bacaannya saja, tapi memahami artinya, dan memahami maknanya. Kalau kita sholat tanpa memahami artinya, bagaimana kita bisa khusyuk dan menumbuhkan kecintaan terhadap Allah? Sama halnya dengan membaca Al-Quran. Sekarang ini bukan tentang mengkhatamkan Al-Quran, tetapi mengkhatamkan arti bacaannya juga."

4. "Kalau sewaktu-waktu di jalan, kamu melihat sosok yang perlu ditolong seperti Bapak-Bapak atau Ibu-Ibu yang menarik gerobak yang terlihat berat, hentikan dulu perjalananmu. Ambil waktu untuk membantunya mendorong gerobak itu sampai dirasa telah melewati jalanan yang sulit. Jangan malu sama pandangan orang. Jangan gengsi, karena perbuatan-perbuatan yang kelihatannya itu sesungguhnya sangat mulia, karena kamu telah meringankan beban orang lain."

5. "Coba dibiasakan jangan sholat buru-buru. Misalnya, pasti ada saat dimana kita tidak khusyuk di beberapa bagian ayat dalam sholat. Coba diulangi membaca bagian itu dalam hati sambil memahami artinya dalam-dalam. Berhubungan dengan Allah pakai hati, salah satu wujudnya dengan sholat, jadi nikmatilah."

6. "Biasakanlah untuk tidak langsung bangun begitu selesai sholat. Ambil waktu untuk berdoa dan mengucap syukur pada Allah. Waktu yang paling berharga dalam berkomunikasi dengan Allah itu justru adalah setelah sholat."

7. "Sekalipun tidak pernah terlintas dalam benak Papa untuk menyerah sama Mama kamu, sekeras apapun sikap dan perangainya. Karena sesungguhnya, senyum Mama itu adalah hal yang paling menghangatkan di rumah. Saat Mama tersenyum aja sudah cukup membuat seluruh keluarga merasa lega. "Hari ini mood Mama sedang baik.." Papa dan Mama berbeda sifat seperti langit dan bumi, jauh sekali. Tapi, itulah namanya suami isteri, saling menyeimbangkan sifat. Allah sengaja menciptakan Papa untuk Mama, mungkin karena Allah tahu bahwa tidak ada yang akan bisa menghadapi Mama sesabar Papa menghadapi Mama."

8. "Baca Al-Ikhlas dalam hati saat kehilangan sesuatu, sambil terus mencarinya. Biasanya ampuh. Kalau Papa kehilangan sasuatu di rumah, Papa baca Al-Ikhlas dalam hati berkali-kali dan barang itu biasanya ditemukan dengan cepat, kadang ada di tempat yang di luar pikiran kita sama sekali, tapi Allah entah bagaimana menuntun kita ke tempat itu. Lapangkan hati dan serahkan pada Allah. Jika memang hak kita, akan kembali pada kita."

to be continue....

0 komentar:

Post a Comment