Friday, October 12, 2012

Perahu Kertas

Assalamualaikum. Wr. Wb.

Today I'll review Perahu Kertas. It is currently my favorite Indonesia movie :)


Well, to be honest, I'm not a fan of the book. Mungkin karena terlalu fairytale dan aku merasa dua tokoh pria utama yang digambarkan di bukunya terlalu perfect, like it's impossible for those two to actually exist in this world, hahaha. Yeah, I was in denial while reading the book. I don't know since when I became a bit too realistic and stop believing in many things, hahaha. How sad, but thank God, that kind of thought doesn't last long in me, because I've found someone who make me believe in fairytale too #ea. Alright, back to the movie, alasan menonton film ini sebenarnya karena aku memang mengidolakan Maudy Ayunda sejak dia main di Sang Pemimpi, dan karena Reza Rahadian juga hehe. So, here's the story:


Terkisahlah  Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken), dua manusia Aquarius yang sejak pertemuan pertama sudah merasakan chemistry kuat yang tersambung antara satu sama lain sehingga mereka langsung menjadi sahabat. Kugy, penulis dongeng yang cuek, nyeleneh, cerdas, supel, dan agak sableng. Kugy menganggap dirinya sebagai agen Neptunus dan sejak kecil selalu menulis surat yang dibentuk menjadi perahu untuk dihanyutkan ke laut agar sampai pada Dewa Neptunus. Kugy juga suka membentuk radar aneh di kepalanya. Lalu Keenan, pelukis berbakat yang keren, kalem, awalnya agak rapuh tapi juga kuat. Keenan langsung bersedia diangkat menjadi agen Neptunus oleh Kugy di awal persahabatan mereka. Persahabatan mereka masuk ke level yang jauh lebih dalam ketika Keenan jatuh cinta dengan dongeng buatan Kugy dan terinspirasi membuat ilustrasi gambar untuknya, dan Kugy juga jatuh cinta dengan lukisan-lukisan Keenan. Konflik pun muncul saat Kugy sadar bahwa perasaannya pada Keenan begitu dalam, padahal dia sudah punya pacar saat itu. Keenan sendiri juga sedang dicomblangi oleh cewek lain bernama Wanda yang membuat Kugy begitu patah hati. Untuk melindungi diri dan perasaannya, Kugy memutuskan menjauhi Keenan, dan hal ini berimbas ke persahabatannya dengan Noni yang mengira Kugy sudah berubah dan tak mau berteman dengannya lagi, juga putusnya hubungannya dengan kekasihnya. Kugy semakin tersiksa karena memendam perasaan yang begitu besar sendirian dan tak bisa melakukan apa-apa untuknya karena takut akan mengganggu banyak orang. Ia memutuskan menjauhi semua orang dengan menyibukkan dirinya.

Keenan juga mengalami konflik keluarga dimana ayahnya melarangnya untuk menjadi pelukis dan memaksanya kuliah di Ekonomi. Karena tipu daya Wanda yang begitu terobsesi dengan Keenan, ia akhirnya menentang ayahnya demi kebebasannya. Singkat cerita, Keenan pun memutuskan untuk pergi ke Bali menemui seorang kerabatnya, Pak Wayan, yang merupakan pekerja seni hebat dan sudah menganggap Keenan seperti anaknya sendiri. Sebelum kepergiannya, Keenan sempat bertemu Kugy dan gadis itu memberikan buku dongeng baru karyanya mengenai Jendral Pilik dan Pasukan Alit. Pertemuan terakhir mereka tidak berakhir baik karena Keenan bilang dia menyerah melukis karena kegagalan dan kebodohannya atas tipu daya Wanda dan hal itu membuat Kugy kecewa karena ia sangat mencintai Keenan dan lukisannya. Lukisan Keenan membuatnya percaya dengan fantasi dongengnya, tapi Keenan malah memutuskan untuk berhenti melukis.


Tiga tahun berlalu. Kugy dan Keenan melanjutkan hidup mereka tanpa pernah bertemu sambil terus menyimpan perasaan masing-masing. Keduanya bertemu cinta baru. Keenan dengan Luhde, gadis Bali yang seperti malaikat, begitu baik hati dan selalu ada untuk Keenan. Lalu, Kugy dengan bosnya, Remi, pria tampan yang begitu mencintai Kugy. If Keenan looks like a prince from fairytale in my opinion, then Remi is a prince in reality. Kugy dan Keenan mengira telah berhasil move on dari satu sama lain dengan cinta yang baru, namun sebenarnya tidak. Selama tiga tahun, buku dongeng Kugy-lah yang menjadi inspirasi melukis Keenan. Kugy pun tak pernah lagi menulis dongeng karena jauh di lubuk hatinya, hanya Keenan lah satu-satunya sosok yang membuatnya percaya dengan fantasinya dan tanpa kehadiran pria itu, Kugy seperti tidak benar-benar hidup. These two keep each other deep in their heart without they realized it. Dan ketika akhirnya radar Neptunus mempertemukan mereka kembali, perasaan-perasaan yang telah mereka pendam itupun muncul lagi ke permukaan, lebih besar dari sebelumnya. Namun, keduanya telah berpasangan dengan orang lain. Dan pasangan-pasangan mereka adalah orang-orang baik yang begitu mencintai mereka dan tidak mungkin Kugy-Keenan menyakiti mereka demi mementingkan perasaan pribadi. Tapi yang namanya jodoh, sejauh apapun terpisah dan berputar kesana kemari, pada akhirnya mereka tetap akan saling menemukan satu sama lain.


I rated it 9 out of 10. For Indonesia movie, this one is really really good. Tentu saja kita tidak akan bisa mengharapkan filmnya serupa dengan bukunya. Justru, aku akan kecewa kalau buku dan film sama persis karena nggak memperlihatkan sesuatu yang baru, hehehe. Aku suka perubahan-perubahan adegan yang dilakukan Hanung Bramantyo di buku dengan film, seperti pertunangan Noni dan Eko yang diubah menjadi pernikahan di filmnya. Lalu, sinematografi yang cantik, penggambaran hubungan Kugy dan Keenan yang seperti selalu terkoneksi satu sama lain meski mereka berjauhan juga terlihat apik. I especially love the paintings. Lukisan-lukisan Keenan di film begitu unik dan begitu sesuai dengan penggambaran di bukunya. Meski alurnya seperti sedikit kejar-kejaran, tapi tetap bisa dipahami (mungkin karena aku udah baca bukunya). Intinya, this movie is very recommended. It is simply beautiful, meaningful, and you'll overwhelmed with many emotions while watching it. :)

Wassalamualaikum. Wr. Wb.

0 komentar:

Post a Comment