Monday, December 12, 2011

Bulan Penuh Warna

Sebulan yang lalu 
Aku menjadi anggota Maximilian, angkatan 2011 calon anggotan PSM UIN Jakarta. Aku resmi mengikuti Training Paduan Suara (Trapara) di kampus dan tali takdir mempertemukanku dengan orang-orang baru yang tak pernah muncul di pikiranku sebelumnya. Ketika semuanya dimulai, aku dilanda keraguan akan orang-orang yang katanya akan menjadi keluargaku. Selain itu, aku langsung memutuskan untuk menjadi the invisible seperti biasanya saja. Rasa pesimis menyelimuti saat senior PSM mengatakan bahwa dalam waktu seminggu, harus sudah hapal nama seluruh angkatan. Mustahil, kupikir begitu. Aku bukan orang yang cepat mengingat nama. Dan aku tidak peduli banyak tentang orang lain yang saat itu baru kukenal beberapa hari. Tepatnya, aku tak ingin bersikap terlalu peduli karena mereka pun belum tentu peduli, dan kepedulian yang tinggi akan menyebabkan sakit di akhir. Sebulan kupikir terlalu singkat untuk menjalin kekeluargaan, apalagi dengan orang-orang yang wajahnya baru kulihat. Sebagai seorang yang plegmatis pula, aku semakin tak yakin karena aku tak suka mengenal banyak orang. Tak suka membuka diri ke banyak orang. Aku pikir, tak mungkin berhasil kekeluargaan ini terjalin. Tidak dalam waktu yang sesingkat itu...

Semalam...

Maximilian mengadakan pementasan dengan tema Rona Irama Nusantara sebagai penutupan Trapara. Pementasan yang jauh dari sempurna, namun semuanya melakukan yang terbaik. Pementasan yang disiapkan hanya dalam waktu empat hari bisa menjadi sangat maksimal seperti itu. Aku terkesan. Kekompakan yang kuragukan di awal hilang semalam. Satu bulan terasa seperti setahun bagiku. Aku mengingat nama mereka semua. Aku mengenal mereka semua. Dan di sekitar mereka, aku tak ragu untuk menjadi diri sendiri. Aku menjadi peduli. Aku menjadi sayang. Minum dari satu botol yang sama selama sebulan. Makan sepotong kue kecil bersama selama sebulan. Makan nasi bungkus, saling berbagi lauk, lari keliling UIN sambil menyanyikan yelyel yang super absurd bersama-sama, dihukum sit up, push up, kuda-kuda, sebanyak ribuan kali, bersama-sama. Bernyanyi bersama, menciptakan harmoni bersama, menghabiskan waktu bersama.... hal-hal itu terasa berharga sekarang. Hal-hal ini tentu saja tidak berakhir disini. Masih ada dua tahapan lagi untuk menjadi anggotan PSM, dan kita akan berjuang bersama di jalan itu.

Recital... wait for us~

0 komentar:

Post a Comment