Tuesday, November 29, 2011

Ini semua adalah proses

Aku mempertanyakan setiap hari sejak hari pertama TRAPARA (Training Paduan Suara), "Mungkin hari ini aku berhenti saja mengikuti kegiatan TRAPARA. Aku lelah dengan segala sit up itu. Aku lelah dengan segala caci maki dan bentakan." 

Kini, 16 hari sudah berlalu, dan aku masih bertahan. Masih ada 12 hari lagi untuk dilalui. Keinginan untuk menyerah masih menghantuiku, mempengaruhiku, menggodaku. Aku ingin kembali menjadi kupu-kupu yang bisa menghabiskan 12 jam di depan komputer. Aku ingin menonton dorama-dorama Jepang itu. Aku ingin menjadi pemalas lagi. Aku ingin menjadi pecundang lagi. Tapi, wajah-wajah saudara seperjuanganku di Maximilian melindungiku dari bisikan-bisikan syaitan itu.

Aku ingin menjadi keren. Aku ingin melakukan yang terbaik. Aku ingin mampu melalui semua pelajaran ini. Yang terpenting, aku tidak ingin kehilangan keluarga baruku. Memang belum lama kami saling mengenal. Bagaimana bisa kau menyebut orang-orang yang baru kau kenal selama kurang lebih dua minggu sebagai keluarga. Bukankah itu berlebihan dan naif? Jauh di dasar hatiku pun, aku belum benar-benar merasakan kekeluargaan. Tapi, aku tak bisa mengesampingkan rasa peduliku terhadap mereka. Aku tak ingin mereka sakit. Aku tak ingin menjadi penyebab kesakitan mereka. Aku ingin berjuang bersama mereka. 

Aku belum yakin dengan kekeluargaan diantara kami, tapi jauh di lubuk hatiku, aku tau bahwa aku ingin konser perdana kami sebagai Maximilian nanti dilengkapi oleh orang-orang yang telah bersamaku selama masa TRAPARA ini. Karena itu aku akan menguatkan diriku. Aku akan bertahan. Aku akan berjuang. Aku akan melakukan yang terbaik, demi meringankan sedikit saja beban di hati kawan-kawanku itu. Ini semua adalah proses, dan kita menjalaninya bersama, dari awal, dan akan begitu terus hingga akhir.

2 komentar:

gadistya.n said...

ganbatte kudasai ne :)

Denisa said...

Arigatou! Hai, atashi wa ganbarimasu!!

Post a Comment

There was an error in this gadget