Thursday, August 4, 2011

Orthros no Inu (Jdrama)


Saya menyelesaikan drama ini tadi pagi setelah sahur dengan air mata banjir, hahaha :P Seperti yang saya bilang sebelumnya, saya mencoba nonton drama ini karena Hikaru Yaoteme berperan lumayan penting di dalamnya, tapi akhirnya saya menikmati seluruh castnya saat menonton :3 Drama ini tayang tahun 2009, jadi bisa dibilang saya memang lumayan telat (lagi). Nggak apa-apalah yaa. Daripada tidak sama sekali :P Tokoh utama drama ini diperankan oleh Johnny's Entertainment: Hideaki Takizawa dari Tackey and Tsubasa, dan Ryo Nishikido dari NEWS dan Kanjani8 dengan pemeran utama wanita, Asami Mizukawa. Let's move to the story~ 

Ryosuke Aoi (Ryo Nishikido), adalah guru SMA baik hati yang sangat peduli dengan murid dan keluarganya. Tapi, siapa yang menyangka kalau malaikat ini dikaruniai tangan iblis. Ryosuke mampu membunuh hanya dengan sentuhan tangannya, tanpa menimbulkan luka apapun pada korbannya sehingga mereka sering dikira kena serangan jantung atau memang panggilan Tuhan. Ryosuke menyadari kekuatan ini saat menyelamatkan seorang polisi wanita, Nagisa Hasebe (Asami Mizukawa) yang hampir ditembak oleh dua berandalan muda, Masaru Kumakiri (Hikaru Yaotome) dan Shu Uchimura. Masaru dan Shu baru  melakukan pembunuhan terhadap seorang gadis serta menyebabkan salah satu murid Ryosuke kecelakaan dan koma. Ryosuke mencoba menghentikan Shu yang akan menembak Nagisa, namun Shu terus melawan sehingga Ryosuke kehilangan kendali dan Shu mati seketika dalam genggaman tangannya, dan hal ini membuat Nagisa dan Masaru kaget dan takut dengan kekuatan Ryosuke. 


Ryosuke memutuskan berhenti menjadi guru dan menyerahkan diri ke polisi, namun karena tidak ada cukup bukti (mayat korbannya sama sekali tidak menunjukkan adanya luka atau tindak kekerasan), Ryosuke dibebaskan. Nagisa mendengar ada pria lain yang mempunya kekuatan seperti Ryosuke: Shinji Ryuzaki (Hideaki Takizawa), yang berada di penjara karena 10 tahun sebelumnya membunuh 3 orang pemuda dengan sangat tenang. Nagisa menemuinya untuk memastikan jika kekuatan seperti Ryosuke memang ada di dunia ini. Namun ternyata, Ryuzaki memiliki kekuatan yang berlawanan. Sentuhan tangan Ryuzaki mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, bahkan penyakit paling parah sekalipun.


Ryuzaki tidak pernah menyembuhkan orang secara gratis. Ia memilih orang yang akan dia sembuhkan, dan ia meminta orang itu untuk memberikannya imbalan, yaitu hal yang paling berharga bagi mereka. Orang-orang menyebutnya iblis yang dikarunia tangan Tuhan. Saat Nagisa menceritakan mengenai Ryosuke, Ryuzaki memintanya membawa Ryosuke menemuinya di penjara itu, dan akhirnya malaikat dan iblis ini pun bertemu. 


Ryuzaki pandai memanipulasi perasaan. Dia membuat Ryosuke membantunya kabur dari penjara dengan membunuh kepala polisi yang menjaga penjaranya. Dengan kaburnya Ryuzaki, tidak perlu waktu lama sampai orang-orang penting seperti ayah Masaru yang merupakan pegawai penting di Kementerian, mengetahui kekuatan Ryuzaki. Lebih tepatnya, Ryuzaki yang menunjukkan kekuatannya. Banyak orang-orang jahat yang berusaha memanfaatkan kekuatan Ryuzaki untuk kepentingan pribadi, salah satunya Takayuki Sawamura, seorang dokter peneliti yang bekerja di organisasi yang melindungi Jepang, semacam CIA atau FBI. Sawamura beralasan kekuatan Ryuzaki akan menimbulkan kegaduhan masyarakat jika diketahui, karena itu dia berusaha menyembunyikan Ryuzaki. Sebenarnya, dia ingin memanfaatkan kekuatan Ryuzaki untuknya sendiri. Sawamura juga mengetahui kekuatan Ryosuke dan merasa lebih tertarik pada Ryosuke karena baginya Ryosuke bisa menjadi senjata untuk menghabisi orang-orang tak berguna yang menghalangi jalannya tanpa meninggalkan bukti. Sawamura selalu berusaha memanfaatkan Ryosuke untuk membantunya menghabisi orang-orang yang mengetahui kekuatan Ryuzaki, dengan alasan menghindari kekacauan masyarakat. Tentu saja, Ryuzaki maupun Ryosuke bukan tipe yang mau menggunakan atau meminjamkan kekuatannya dengan mudah. 

Ryosuke merasa bertanggung jawab untuk menghentikan Ryuzaki. Ryuzaki selalu menaruh ketertarikan pada Ryosuke karena mereka sama-sama memiliki kekuatan yang aneh. Ryuzaki selalu berkata bahwa semua manusia di dunia ini sama. Saat mengejar kekuatan, demi kekuatan itu, mereka akan mengabaikan orang lain, termasuk orang terdekatnya hanya untuk memuaskan kepentingan pribadi mereka. Tetapi ada satu orang yang selalu menolak kekuatan Ryuzaki, bahkan meski Ryuzaki menawarkannya dengan gratis, yaitu Nagisa. Padahal putri Nagisa yang masih kecil menderita asma yang cukup parah. Keteguhan hati ibu satu anak ini membuat Ryuzaki menaruh perhatian khusus padanya.

Memiliki kekuatan supernatural seperti itu ternyata nggak membuat Ryuzaki merasa senang, meski dia terlihat selalu memanfaatkan orang-orang di sekitarnya. Pria ini justru merasakan kesepian yang mendalam sejak kecil karena orang-orang selalu memperlakukannya berbeda dan memaksanya menyembuhkan penyakit mereka. Tak ada orang yang mendekatinya dengan perasaan tulus. Sebaliknya, kekuatan Ryosuke membuatnya terus menerus merasa bersalah. Sedikit saja lepas kendali, ia akan menghilangkan nyawa manusia. Dan jika kekuatannya diketahui masyarakat, maka dipastikan ia akan dijauhi dan ditakuti. Sebenarnya, kedua manusia ini merasakan kesepian yang mendalam karena adanya kekuatan aneh dalam diri mereka. 


This is a very very good drama. I give this 90 out of 100. Kenapa bukan 100? Well, episode pertama menggetarkan, tapi nggak ada tawa yang cukup untuk memberikan rasa senang ke penontonnya, karena genre drama ini memang bukan komedi, dan saya lebih suka drama komedi :3 Tapi, menonton episode 1 membuat saya penasaran untuk terus melanjutkannya, dan episode empat, rasa-rasa emosional semakin meningkat. Perpaduan antara kekuatan supernatural, persaingan di kementerian, keserakahan orang-orang, persaudaraan, dan bagaimana kita membuat pilihan dalam hidup, semua terangkai dengan apik di drama ini. 

Akting para aktornya patut diacungi dua jempol. Takizawa berhasil banget membuat ekspresi tanpa perasaan yang kadang memberikan kesan seolah dia bisa membunuh dengan sadis, tapi begitu tersenyum..... he's like an angel :) Ryo-chan memerankan guru yang baik hati dan polos, lemah tapi kuat, dan ekspresi depresi di wajahnya is always on point, juga saat dia seolah berubah menjadi jahat dan nggak berperasaan. Akting Hikaru sebagai berandalan jahat tengil yang dingin dan manja juga pas. Karakternya sebagai Masaru sangat berlawanan dengan sifat aslinya yang aneh dan riang. I'm impressed. Saya pribadi sangat suka episode 6 yang entah kenapa membuat banjir air mata, begitupun episode 9 (episode terakhir) yang nggak saya duga kalau akan seperti itu. Well, if you love a thriller drama with a bit of magic in it, this will be your cup of tea :)

0 komentar:

Post a Comment