Thursday, April 21, 2011

Natsu wa Koi wa Nijiiro ni Kagayaku (dorama)


I come with another dorama review. Kali ini adalah dramanya Jun Matsumoto, one of my favorite Japanese Actors. Drama berjudul Natsu no Koi wa Nijiiro ni Kagayaku (Summer Romance Shines in Rainbow Color) adalah drama terbarunya Matsujun di 2010 (okay, kali ini Saya tidak terlalu telat seperti biasanya, hehehe). Ya, dari judulnya juga udah terpancar bahwa drama ini adalah kisah cinta, dan gambar yang gue Saya di atas juga menunjukkan sekali, hehehe. Aktris yang kali ini berkesempatan berlawan main dengan Matsujun adalah Yuko Takeuchi. Baiklah, ayo langsung masuk ke ceritanya...

Taiga Kusunaki (Jun Matsumoto) adalah seorang aktor generasi kedua yang tidak terlalu laku (aktor generasi kedua adalah aktor yang terlahir dari keluarga aktor besar, dengan kata lain ayah atau ibu aktor tersebut adalah aktor besar Jepang, karena itu anak yang terlahir dari aktor-aktor ini disebut generasi kedua). Ayahnya, Kotaro Kusunaki, adalah salah satu aktor terbaik Jepang. Taiga sangat ingin menjadi aktor besar seperti ayahnya, tapi dia tidak suka dengan ketenaran ayahnya yang terus membayang-bayangi karirnya. Taiga memang tidak sehebat ayahnya (atau mungkin belum), alhasil dia tak pernah mendapat peran-peran besar di setiap drama dan hanya muncul di variety-variety show, itupun untuk ditanyai tentang kesuksesan ayahnya lagi. 

Taiga merasa muak dengan semua itu. Meski sudah bersekolah akting di Amerika dan berkiprah di dunia entertainment untuk waktu yang cukup lama, orang-orang masih belum bisa mengingat namanya. Bahkan, banyak yang tidak mengenalinya. Padahal Taiga merasa bahwa dia sudah menguasai skill dan ilmu pengetahuan dalam berakting. Taiga juga tipe yang keras kepala dan tak mau mengubah diri. Ia merasa bahwa seseorang harus menyukainya apa adanya dan tak berhak memaksanya untuk menjadi ini-itu.

this is how they met for the first time
Suatu hari saat Taiga bersama sahabatnya, Keita Ueno yang juga merupakan aktor generasi kedua yang tidak terlalu laku, sedang ber-skydiving untuk menghilangkan stress (adegan skydivingnya super duper ekstra keren), tali kendali parasailingnya putus dan dia terbawa angin hingga terpisah dari Keita. Taiga yang tak bisa mengendalikan parasailing-nya panik karena terbawa jauh dari kota dan hampir jatuh ke laut, tapi angin membawanya jatuh di sebuah hutan dan dia pun tersangkut di salah satu pohon besar. Pada saat itulah ia bertemu seorang wanita cantik yang sedang melewati hutan itu, yaitu Shiori Kitamura (Yuko Takeuchi). Taiga memohon pada Shiori untuk membantunya lepas dari jeratan parasailing yang menyangkut, dan dengan agak terpaksa Shiori menolongnya. Kenapa terpaksa? Karena Taiga meminta bantuannya sambil ngomel-ngomel, yang membuat Shiori kesal. Setelah pertemuan singkat itu, Shiori meninggalkan Taiga karena sedang terburu-buru. Namun, pada saat itu, Taiga sudah merasa jatuh cinta pada Shiori. Meski ia belum benar-benar menyadarinya. Yang pasti, Taiga merasakan kesan yang mendalam terhadap wanita yang terlihat lebih dewasa darinya itu. Akhirnya Taiga memutuskan untuk kembali lagi ke tempat ia bertemu dengan Shiori karena ia tak bisa menghilangkan rasa penasarannya. Di pertemuan kedua itu, Shiori mengenali Taiga, dan bahkan mengetahui nama lengkapnya dan mengetahui bahwa Taiga adalah seorang aktor. Hal ini membuat Taiga kaget dan terpana sesaat karena mereka, kan, nggak pernah berkenalan. Ditambah lagi, kebanyakan orang tidak mengetahuinya meski ia sudah beberapa kali muncul di TV. Ternyata.... Shiori adalah fans berat ayah Taiga, Kotaro Kusunaki. 

Dari pertemuan kedua ini, Taiga mendapati bahwa Shiori bukanlah wanita bebas lagi. Ia sudah mempunya seorang anak perempuan berumur lima tahun. Taiga pun memutuskan untuk menghentikan rasa penasarannya.


Belakangan, ayah Taiga meninggal dunia. Dunia entertainment Jepang pun ramai karena Kotaro Kusunaki adalah salah satu aktor terbaik yang pernah dimiliki Jepang. Taiga sebenarnya merasa sangat kehilangan, karena seberapapun ia tidak menyukai ketenaran ayahnya yang mebayang-bayanginya, ia sangat menyayangi ayahnya. Namun, media yang terus menerus memintanya untuk wawancara dan lagi-lagi harus membicarakan ayahnya membuatnya merasa kesal. Kemudian, takdir mempertemukannya lagi denga Shiori. Wanita ini pindah ke Tokyo dan belakangan bekerja di agensi tempat Taiga bekerja. Shiori ternyata mengenal manajer agensi tersebut karena pernah bertemu beberapa tahun yang lalu. Alasan Shiori setuju bekerja di agensi tersebut juga karena ia ingin mengawasi dan mengubah sifat buruk Taiga. Hal ini semata-mata dilakukan Shiori atas permintaan Ayah Taiga yang sebelum meninggal sempat menyuratinya dan memintanya untuk mendukung anaknya, sama seperti ia mendukung Kotaro sendiri. Ya, Shiori dan Kotaro Kusunaki ternyata sering melakukan surat-menyurat, karena itulah Shiori sangat mengaguminya karena ia begitu rendah hati meski sudah menjadi aktor besar. Tidak seperti Taiga yang belum menjadi apa-apa aja udah banyak gaya dan menuntut ini-itu. Dan dari sini pula Taiga mengetahui bahwa Shiori adalah single mother. Suaminya sudah lama meninggal, dan ia menghidupi putrinya, Umi Kitamura, sendirian. Sifat Shiori yang tomboy dan tegar dengan satu anak dan selalu blak-blakkan mengatakan pendapatnya kepada Taiga membuat aktor ini benar-benar naksir~

Tentu saja tidak mudah agar perasaannya terbalas oleh Shiori, selain karena wanita ini sudah punya anak, ia sudah menikah. Dan Shiori sangat mencintai mendiang suaminya dan tak mau membuka hati untuk siapapun. Ia bertekad untuk menjalani hidup berdua saja dengan Umi dengan membawa kenangan suaminya. Semakin rumit lagi karena kakak Taiga, Daiki Kusunoki, juga menyukai Shiori. Daiki yang bekerja sebagai guru SD, adalah guru Umi, putri Shiori, dan langsung jatuh cinta pada pandangan pertama begitu bertemu Shiori. Meski begitu, toh Taiga tetap saja mengejar-ngejar ibu muda ini. Yah, meski perjuangannya jauh dari gampang. 


Drama ini nggak berputar di kisah cinta Taiga-Shiori aja. Disini, kita diajak melihat perubahan diri Taiga, dari aktor nggak laku yang sok dan nggak mau mengubah dirinya, tapi sejak bertemu Shiori, Taiga mulai memikirkan lebih serius karirnya dan mau pelan-pelan belajar lagi mengenai akting. Taiga yang selama ini nggak sabaran, pelan-pelan mulai lebih ramah pada orang lain dan mau mempelajari hal-hal sekecil apapun agar bisa meraih mimpinya. Taiga belajar untuk lebih menghargai orang lain. 

Kita juga diajak melihat perjuangan seorang ibu muda bersama anaknya dan bagaimana mereka selalu menghargai setiap momen dalam hidup mereka, meski hanya hidup berdua. Dan dari segi pengambilan gambar, drama ini keren banget (well, sebenernya drama Jepang memang selalu lihai dalam pengambilan gambar, hehe). Well, kalau kalian penggemar Jun Matsumoto, drama ini wajib banget ditonton. :)

0 komentar:

Post a Comment

There was an error in this gadget