Thursday, March 17, 2011

Seminar Pak B.J. Habibie


The Indonesian Bahasa class for today was canceled due to the lecturer's sickness. Yokatta nee (haha so mean, get well soon, mrs. Nina!! >.<) Saya jadi sengaja melambat-lambatkan diri untuk pergi ke kampus karena jam 9 setelah Bahasa Indonesia adalah Bahasa Arab. Dangg... I'm so stupid at this subject. Nggak ngerti sedikitpun. Makanya males banget buat masuk kelas. Anyway, last night my friend told me that today, there will be a seminar about Technology and Democracy and the discussant is Prof. Dr. B.J. Habibie. Whoaaaah... I was so excited!! Tapi, seminarnya berbarengan dengan kelas Bahasa Arab dan Saya pun dilanda galau antara mengikuti seminar atau masuk kelas. Well, Saya akhirnya memilih ikut seminar karena kalaupun masuk kelas, Saya hanya akan pusing dan melamun selama dua jam. Percuma kan... hehe =P

Singkatnya, Saya datang ke auditorium UIN setengah sembilan dan teman Saya sudah menyediakan tempat untuk Saya. Dan... Pak Habibie datangnya telat -_- Tapi cuma setengah jam, sih. Waktu Pak Habibie datang dan berjalan di tengah auditorium, Saya merasa dia berkarisma banget. Kayak ada aura indah di sekelilingnya, hahaha. Dia pun mulai berbicara tentang Teknologi dan Demokrasi. Saya nggak akan memasukkan semua pidatonya disini karena terlalu panjang (3 1/2 jam seminar boi). Yang pasti, Saya merasa kagum karena Pak Habibie selalu bilang agar kita selalu mengingat Allah dan ketaqwaan saat kita hampir tenggelam di tengah hujan badai teknologi yang makin deras seiring berjalannya waktu. Pak Habibie juga bercerita banyak tentang isterinya. He sure loves his wife so much. He's a very romantic person =)

Pak Habibie bilang, s1, s2, s3, atau gelar apapun itu bukanlah hal yang penting kecuali kita ingin bekerja di kantoran atau mendapat pengakuan dari manusia. Yang penting adalah, kita bisa menambah nilai diri dan yang terpenting, nilai pribadi kita serta bisa memanfaatkan setiap detik yang diberikan Allah dalam hidup kita dengan baik. Sisanya, Pak Habibie bicara banyak tentang demokrasi dan bercerita masa-masa dia saat bersama Pak Harto dulu. Tapi karena saya males nulisnya, so we'll just skip this part. Gomennasai~

Pak Habibie bilang bahwa volume otak manusia itu sebesar dunia ini. Kenapa? Karena manusialah yang menciptakan teknologi. Otak manusialah yang menciptakan berbagai teori hidup termasuk teori demokrasi, dan tentu saja, teori yang kita buat itu harus berpegang teguh pada Agama dan Al-Quran. Nah, kalau volume otak manusia saja sebesar dunia, bagaimana dengan volume 'otak' Tuhan? Betapa dahsyat dan luar biasanya pasti Allah SWT itu. Katanya. Over all, semua yang dibicarakan Pak Habibie bermanfaat dan semua orang terlihat kagum banget sama pembuat pesawat ini. Apalagi Pak Habibie sangat down to earth dan open minded. Oh iya, waktu sesi tanya jawab, ada seorang mahasiswa yang absurd abis. Setelah menyampaikan pertanyaannya, mahasiswa itu bilang, "Saya mengagumi Anda sejak saya kecil, Pak. Anda adalah inspirasi saya. Saya MENCINTAIMU Pak!!" Wahahaha.... Aduh, jahat banget ya saya malah menertawakan. Well, I'm not the only one who laughed, though. The whole audience laughed with me. =P

Ya, kurang lebih begitulah seminar Pak Habibie tadi. Seru dan benar-benar menambah banyak wawasan dan pandangan baru tentang teknologi dan politik. Tapi yang paling saya sukai dari seminar ini adalah betapa rendah hatinya Pak Habibie dalam setiap perkataan dan ilmu yang diberikannya. Dan bagaimana beliau selalu dan selalu mengingatkan kita pada Allah. Kebanyakan ilmuan atau orang-orang yang bergerak di bidang teknologi secara mendalam kan jadi tersihir oleh ilmu pengetahuan dan justru melupakan kebesaran Tuhan. Nah, Pak Habibie bilang bahwa dia berhasil survive dari jaring-jaring ilmu pengetahuan itu. Ilmu pengetahuan tidak boleh membuat kita lupa bahwa kita memiliki Tuhan. Benar-benar seminar yang mendidik tapi tak menggurui. 

Btw, seminar selesai jam setengah satu siang dan saya ada kelas terakhir yaitu Psikologi yang dimulai jam satu siang. Tapi, karena saya terlalu malas untuk masuk, saya memutuskan untuk pulang. Jadi, hari ini saya ke kampus yang jauh banget dari rumah itu hanya demi menonton seminar Pak B.J. Habibie. Wahaha... what a diligent girl. =P 

9 komentar:

Nikko Sucahyo said...

wah keren seminarnya datengin Pak Habibie. untung ga dateng kuliah haha

lutfiachmad said...

beruntung sekali bisa hadir di seminar yg ada Pak Habibie-nya, saya termasuk orang yg mengagumi beliau dan banyak terinspirasi oleh beliau, walaupun sepertinya gak sampe bersikap seperti orang yang ditertawakan tadi hhehe

nice post!

Denisa P. Rosandria said...

Nikko: Yep, untung sekali hahaha =P
Luthfi: Haha iya, seminarnya gratis dan untuk umum pula :D Well, kayaknya semua anak muda pasti terinspirasi dgn sosok beliau ya kan :D

ps: terimakasih sudah mampir :)

Killjoy Ruzi said...

bah, mending kemaren ikut, cabut kelas
pantesan kaga ada lo kemaren.. cabut ke audit toh
ckckck

Denisa P. Rosandria said...

Hehehe iya kemaren gue cabut. Padahal udh sampe kampus jam setengah 9 :P

habib said...

bung mau nanya nih...Kami dari telkom mau ngudang pak habibi nih gan...boleh minta saran hubunginya kemanan ya gan?? boleh minta CP anak organisasi yg ngundang pak habibi?? kirim ke no. 089667853359..Mohon bantuanya gan please..help me!!

Denisa said...

wah nggak tau kalau cara menghubunginya, soalnya waktu itu saya cuma peserta haha. Btw, itu yg ngadain FISIP UIN, jadi mungkin bisa hubungin BEM mereka untuk infonya :)

Maaf ya ^^

azizah azhar said...

ini uin mana ya ka ?

Denisa P. Rosandria said...

@azizah_azhar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Post a Comment

There was an error in this gadget