Saturday, March 5, 2011

Nobuta Wo Produce (Jdrama)


I've just watched Nobuta Wo Produce. And I must admit that it was sooooo damn awesome. Dorama ini diproduksi tahun 2005, dan saya baru menontonnya di 2011. Iya, memalukan, telat abis, kemana aja saya selama ini? Silahkan tertawa. Saya yakin kalian semua yang penggemar dorama pasti udah nonton, secara dorama ini termasuk dorama yang nge-hits banget di Jepang sana. Well, saya tetap akan membuat review tentangnya. Dorama ini diperankan oleh tiga aktor besar Jepang, Kazuya Kamenashi, Tomohisa Yamashita, and Maki Horikita. No, it's not about love triangle between the three of them. Well, I thought it was about that, but appearantly it's not. It's more than just love story. Okay, let's move to the story....

Tersebutlah seorang cowok kelas 2 SMA yang sangat popular di sekolahnya, yaitu Shuji Kiritani (Kazuya Kamenashi). He's handsome and get along well with everyone. From the jerks to the nerds to the just plain weird. Shuji adalah teman yang diinginkan semua orang. Tapi, ada satu orang yang dia tidak suka dan berusaha sebisa mungkin nggak berhubungan dekat dengan orang itu. Teman sekelasnya, Akira Kusano (Tomohisa Yamashita). Bagi Shuji, Akira adalah sosok remaja yang menyebalkan dan absurd tingkat tinggi. Awalnya saya kira Akira pemabuk karena cara dia ngomong kayak orang yang udah kebanyakan make narkoba, hahaha. Bukan cuma Shuji yang nggak mau dekat-dekat dengan Akira, tapi hampir semua orang di kelas dan sekolahnya mengacuhkan Akira, meski cowok itu sering sok akrab dengan Shuji dan yang lainnya. Kayaknya sih Akira nggak sadar kalau semua orang tidak menyukai dia. 

Segalanya mulai berubah saat seorang murid baru pindah ke SMA tersebut dan sekelas dengan Shuji dan Akira. Seorang gadis bernama Nobuko Kotani (Maki Horikita). Dia adalah cewek teraneh yang pernah Shuji temui. Penampilannya seperti dikelilingi aura gelap, rambutnya menutupi wajahnya, dan ia tidak bisa tersenyum. Caranya berbicara tidak jelas dan terbata-bata, dan selalu menundukkan kepala, seolah dia takut dengan hal-hal di sekelilingnya. Begitu datang, Nobuko yang sangat lemah tersebut langsung jadi target bullying oleh anak-anak di sekolah. Setiap hari ia ditindas oleh genk cewek-cewek preman, dan Nobuko hanya diam menerima semua perlakuan itu. 

Hal ini menarik perhatian Shuji dan Akira hingga suatu hari kedua cowok ini secara kebetulan menolong Nobuko dari tindasan teman-temannya. Tiga remaja ini pun berkumpul di atap sekolah, tempat yang nantinya akan jadi markas mereka. Shuji yang tidak tahan melihat Nobuko yang begitu lemah, menawarkan diri membantunya untuk bisa berteman dengan anak-anak di sekolahnya. Lebih dari itu, Akira mengajak Shuji untuk membuat Nobuko menjadi anak terpopuler di sekolah dan mengubahnya menjadi perempuan yang lebih 'normal'. Shuji dan Akira pun memberi nickname untuk Nobuko, yakni Nobuta (dalam bahasa Jepang, buta berarti babi. Nobuko yang menyukai hewan babi, menyetujui nickname ini). Shuji dan Akira pun membentuk sebuah aksi yang mereka namakan "Nobuta wo Produce" atau "Producing Nobuta". Mereka berniat mengubah diri Nobuta yang super lemah dan tak bisa bergaul ini menjadi perempuan popular yang diterima semua orang. Dengan kata lain, mereka berniat memproduksi Nobuta. Dan dari sinilah, tanpa ketiganya sadari, persahabatan mereka dimulai.

"Nobuta wo Produce" tentu saja adalah projek rahasia. Shuji menegaskan pada Akira dan Nobuta bahwa ia hanya akan bicara dengan mereka di atap untuk membicarakan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan projek mereka bertiga. Diluar dari itu, ia akan bertingkah tak acuh dan tidak peduli seperti biasa. Ia tidak mau teman-teman sekolahnya tahu kalau ia berhubungan dengan manusia-manusia aneh seperti Akira dan Nobuta. Belakangan, Shuji, Akira, dan Nobuta sering menghabiskan waktu bersama di atap sekolah maupun luar sekolah. Merencanakan gerakan-gerakan untuk mengubah Nobuta, mulai dari penampilan hingga caranya bersikap agar tidak menakutkan orang lain. Dan seiring dengan kebersamaan mereka, Shuji, Akira, dan Nobuta saling mengenal sifat masing-masing lebih dalam. 

Shuji yang popular dan disukai banyak orang, ternyata adalah pemuda yang selalu berbohong ke teman-temannya agar tidak menyakiti perasaan mereka. Berpura-pura senang, tertawa, dan tak pernah mengeluhkan apapun agar ia bisa menjaga popularitasnya di depan banyak orang. Namun, siapa sangka ia justru paling bisa jadi diri sendiri saat bersama dengan Akira dan Nobuta. Ia bahkan memberitahu tanggal ulang tahunnya kepada Akira dan Nobuta, padahal tak satupun temannya di sekolah mengetahui ulang tahunnya. Hal yang tidak pernah diduga oleh Shuji sebelumnya, bahwa dua orang yang dulu paling dia anti untuk dekati, justru nantinya akan menjadi sangat berarti baginya.

Sementara itu, Akira Kusano, cowok aneh yang selalu mabuk karena susu dan cari perhatian, slengean, kadang menjijikkan dan slebor, ternyata adalah anak orang kaya yang lebih memilih hidup dengan pamannya karena tidak mau mengambil alih bisnis keluarga. Akira sangat setia kawan dan sangat peduli terhadap Shuji dan Nobuta. Tak peduli meski Shuji sering mengatakan bahwa mereka tidak berteman, ia menganggap Shuji adalah sahabatnya yang berharga. Dan ia sangat menjaga Nobuta.  Bahkan, Akira selalu mendahulukan Shuji dan Nobuta dibanding dirinya sendiri. Bisa dibilang, Akira lah yang paling mengerti sifat dan perasaan Shuji dan Nobuta. 

Dan Nobuko Kotani alias Nobuta, ternyata memiliki masa lalu yang pahit. Sudah sejak kecil ia ditindas oleh orang-orang di sekitarnya sehingga ia tak percaya lagi pada siapapun. Namun sejak mengenal Shuji dan Akira, ia pelan-pelan mulai berubah. Untuk pertama kalinya ia punya teman. Persahabatan ketiga 'K' ini Kiritani(, Kusano, and Kotani) adalah salah satu tipe persahabatan yang sangat-sangat unik dan menarik yang pernah saya tonton, terutama hubungan antara Shuji dan Akira. Chemistry kedua cowok ini dapet banget. Persahabatan mereka yang pelan-pelan terbentuk dari episode awal hingga akhir, ditambah dengan kehadiran Nobuta, dan cara mereka berdua dalam membuat gadis lemah ini survive dan bahkan menjadi cewek paling popular di sekolah sangat-sangat seru untuk ditonton. Tentu saja, bukan hal yang mudah untuk membuat Nobuta terkenal karena ada orang-orang yang selalu berusaha mengacaukan rencana mereka dan berusaha menjatuhkan Nobuta, bahkan menghancurkan persahabatan ketiga remaja ini. 


There are times when Akira realized that he fell in love with Nobuta, but Nobuta finds herself had a crush over Shuji, and Shuji, who doesn't really know what love is, doesn't really know what's going on around him. In fact, he has never been in love. Sure, there are some kind of love triangle, but the drama wasn't all about such a thing. I really like Akira's character. No matter how many times he had been hurt by Shuji and Nobuta, he still take them as his precious friends and take a really good care of them. Konflik yang dibawakan di setiap episodenya sangat-sangat tak terduga. Unveiled here is the story of true friendship between three unlikely candidates who would not have been friends if not given the special circumstances. It's not exaggerate to say that Nobuta wo Produce is one of the best Japanese dorama I've ever watched. 

Every episodes has so many lessons and there are so many unexpected scenes. So many laughs and tears, but it's not a tear of sadness. I cried a lot when I watched it because there are so many happiness in here. I can't really explain how it feels. You won't be sorry that you watched this show. You won't be sorry that it moved you this much. And I really, really think it will move most of you. If you let it. Nobuta is a show that asks you to open your heart to what it has to say about love. If you do that, I really think it will touch you, in a truly unforgettable way.


0 komentar:

Post a Comment