Sunday, February 20, 2011

Gokusen Special Episode: Graduation Special (Season 3)


Yankumi senang karena murid 3-D sudah menentukan tujuan mereka setelah lulus. Dan semua sudah mendapatkan pekerjaan di perusahaan-perusahaan lokal. Murid kelas 3-D pun tak pernah berselisih lagi. Padahal di awal tahun ajaran, terjadi permusuhan antara Yamato Ogata (Yuya Takaki) dan Ren Kazama (Haruma Miura), namun Yankumi berhasil membuat mereka berdamai dan kedua cowok ini bahkan menjadi lebih dekat dari yang bisa dibayangkan. Semua telah menentukan tujuan, termasuk keenam cowok utama ini: Yamato akan masuk ke sekolah kejurusan arsitek. Ren dan Kura akan bekerja di Perusahaan yang sama. Honjo akan berlatih di toko tofu ayahnya agar bisa menggantikan posisi ayahnya di masa depan. Ichi akan masuk Universitas, karena dia memang yang terpintar dan sangat ingin melanjutkan pendidikan. Dan Kamiya akan masuk Sekolah Kejurusan Fashion, karena dia memang sangat suka mengurus penampilan. Penampilannya sendiri paling fashionable diantara yang lain. Dan kelas 3-D pun berusaha tidak membuat masalah yang bisa menyebabkan mereka tidak lulus. Mereka juga tidak ingin membuat Yankumi khawatir.


Masalah muncul saat perusahaan yang akan mempekerjakan Ren dan Kura memberi kabar bahwa perekonomian mereka sedang kacau, dan mereka membatalkan perekrutan Ren dan Kura sebagai pegawai. Ren, yang sudah lebih dewasa dan bisa mengendalikan emosi, masih bisa menerima. Tapi Kura tidak. Tak mudah baginya untuk menentukan tujuan, dan ia merasa rendah diri karena ia merasa tidak pandai. Ia khawatir takkan ada perusahaan yang mau menerimanya. Yankumi berjanji akan mencarikan pekerjaan untuk mereka berdua, meski waktunya hanya seminggu dari kelulusan. Masalah lain yang timbul adalah kemunculan Reita Takasugi (Yuta Tamamori), anak kelas 2-D pindahan dari SMA Ara, sebuah sekolah anak-anak nakal, ke Akadou. Dalam suatu kesempatan, dia dan teman-temannya dari kelas 2-D berselisih dengan Honjo dalam perebutan makanan, namun Yankumi berhasil menghentikan mereka. Yamato menaruh perhatian khusus pada Reita karena dia adalah teman kecilnya. Yamato tau sifat Reita. Belakangan grup Yamato dan Ren pun mengetahui kalau Reita berkawan dengan anak-anak lulusan SMA Ara yang sekarang sudah menjadi preman. Yamato merasa khawatir dengan hal ini.

Perselisihan dengan Reita tidak hanya sekali. Kura yang sedang marah karena pembatalan pekerjaannya, suatu hari menabrak Reita dan teman-temannya. Ia pun semakin marah dan nyaris memukul anak-anak kelas 2-D itu. Reita marah karena menurutnya Kura yang salah dan Kura yang seharusnya meminta maaf. Kura, Kamiya, dan Honjo pun nyaris berkelahi dengan grup Reita, namun Yamato, Ren, dan Ichi yang sifatnya sudah lebih dewasa, menghentikannya. Keesokan harinya, Reita pun memprovokasi Kura untuk berkelahi.

Kura akhirnya lepas kendali. Dia, Honjo, dan Kamiya bersama sebagian murid kelas 3-D pun bentrok dengan murid 2-D. Hal ini menyebabkan mereka di-skors hingga hari kelulusan. Hal ini juga membuat Kura marah pada kelas 3-D yang tidak berkelahi dan malah menasihatinya, dan juga Yankumi sehingga mereka memutuskan tidak akan datang ke acara kelulusan. Hal ini membuat Yankumi tertekan, dan ia pun berusaha keras untuk mencarikan pekerjaan untuk Kura dan Ren. Ia pergi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Memohon agar mereka paling tidak memberi kesempatan wawancara pada kedua muridnya. Sementara Yamato, Ren, dan Ichi menemui Reita, memintanya secara baik-baik agar tidak mencari masalah lagi dengan murid kelas 3.

Di hari terakhir sebelum acara kelulusan, Yankumi menemui murid-muridnya yang di-skors. Meminta mereka untuk datang ke acara kelulusan esok hari, karena itu adalah saat terakhir mereka menjadi murid kelas 3-D. Meminta mereka untuk datang dan mengatakan bahwa besok adalah kesempatan terakhirnya melihat mereka di SMA Akadou. Kura dan teman-temannya merasa bimbang, antara masih kesal dengan sekolah dan rasa bersalah terhadap Yankumi. Yamato, Ren, dan Ichi pun ikut membujuk Kura, Honjo, dan Kamiya untuk datang ke sekolah di hari kelulusan. Mereka menunjukkan pada Kura bagaimana Yankumi setiap hari pergi ke berbagai perusahaan demi mencarikan Kura dan Ren pekerjaan. 

"For Yankumi's sake, let's all of us show up together at Graduation ceremony." Ren said. 

Sementara itu di hari yang sama Yankumi mendapati Reita bersama seniornya dari SMA Ara membully dua orang dewasa di jalan, dan Yankumi pun menghentikan mereka dan menantang Reita untuk berhenti bergantung pada seniornya dari Ara jika ia memang benar-benar kuat dan pemberani. Reita bersikap tak acuh, namun ia memikirkan perkataan Yankumi.


Di hari kelulusan, akhirnya semua murid kelas 3-D datang, termasuk Kura, Honjo, dan Kamiya. Mereka bersukacita menyambut upcara kelulusan begitupun dengan Yankumi. Namun, mereka mendapat kabar bahwa Reita dibawa sekelompok senior SMA Ara karena mengatakan ingin keluar dari grup mereka. Mendengar ini, Yamato cemas dan berniat menolongnya. Anak-anak kelas 3-D sempat melarangnya pergi karena ini adalah hari kelulusan, namun Ren yang mengerti maksud Yamato bersedia ikut bersamanya. Ren mengerti bahwa Yamato ingin menolong Reita, karena Reita sama sepertinya dulu. Dia hanya tidak mendapat kesempatan bertemu dengan Yankumi, dan sebagai kakak kelasnya, dia harus menolong Reita. Akhirnya seluruh kelas 3-D pun mengerti dan memutuskan ikut dengannya menolong Reita.  

"We're not going to fight. We're only going to get him back." Yamato said to his classmates. 

Mereka pun bersama menuju tempat Reita berada. Yankumi yang mendengar hal ini tak bisa tinggal diam dan segera menyusul mereka pergi. Sementara Reita yang sedang dipukuli senior-seniornya karena dia mengikuti perkataan Yankumi, ingin keluar dari grup, kaget mendapati kakak-kakak kelasnya datang untuk menolongnya. Namun senior Reita tidak melepaskannya semudah itu dan anak-anak kelas 3-D justru ikut dipukuli. Anak-anak 3-D tidak mencoba melawan, namun mereka berusaha melindungi Reita dan memaksanya untuk segera kabur. Yankumi yang akhirnya datang menolong berhasil membuat para berandalan dari Ara itu pergi. 

Setelah itu, Yankumi pun kembali ke sekolah bersama murid-muridnya untuk mengejar upacara kelulusan. Awalnya mereka hampir mendapat masalah oleh Pemilik Sekolah, Ryoko Akagi, yang melihat murid-murid kelas 3-D penuh dengan memar. Ia mengira mereka baru berkelahi lagi di hari kelulusan. Namun, Yankumi memohon agar mereka boleh mengikuti perpisahan dan menjelaskan alasan mereka berkelahi. Terakhir adalah saat Yankumi memberikan pidato terakhir untuk murid-muridnya. Mengucapkan salam perpisahan dan pesan terakhirnya serta menunjukkan kebanggannya terhadap murid-murid kelas 3-D. Hal yang membuat anak-anak 3-D menangis karena mungkin tak pernah ada guru yang bangga terhadap mereka seperti Yankumi (I'm crying with them at this part :'))
Here's a little bit of Yankumi's speech:

 

"Once you're out in society, you'll be lost and troubled. And sometimes at a standstill. There may be times when you want to give up when everything goes wrong. This is what life's about. But, don't be afraid to charge on wards. If things don't go well, don't blame it to someone or something. With confidence in the things you learned at school, I want you to live facing forward. You guys should have learned that no matter where you are or what you do, you can change if you put your mind to it. That if you courageously that that step, new possibilities await. What's most important is what's inside of you. Congratulations on graduating."  

Lalu, Kepala Guru Sawatari pun memberikan daftar-daftar perusahaan yang bersedia mewawancara Ren dan Kura, dengan alasan jika ia tidak "melempar" murid-murid itu ke lingkungan sosial yang baik, mereka akan membuat buruk nama sekolah. Tentu saja, alasan itu hanya cara Sawatari menyembunyikan kepeduliannya terhadap murid-muridnya. Dan murid-murid kelas 3-D pun bersama-sama berterimakasih pada Sawatari. Anyway, saat terakhir sama seperti Gokusen 1 SP, Yankumi mengantarkan murid-muridnya hingga ke depan gerbang, untuk terakhir kalinya, melepas mereka menuju masa depannya masing-masing. Kelas 3-D juga memberikan kejutan sebagai rasa terimakasih mereka kepada SMA Akadou dan Yankumi...

"Arigatou Yankumi, Arigatou Akadou Gakuen..."

Dan episode spesial ini adalah awal dari Gokusen the movie. Karena pada awal tahun ajaran, Kepala Guru Sawatari diangkat menjadi Kepala Sekolah Akadou, dan Yankumi kembali menjadi wali kelas 3-D yang sekarang merupakan kelas Reita Takasugi. Hari-hari barunya bersama murid-murid baru pun, dimulai. An ending for a new start... :) 

Comment: I really like this SP and the last scene touched me so much and made me cried. It's good to see Yamato and Ren look so much more mature when they faced their problems. But I didn't cry as much as I watched Gokusen 1 SP, hehe... If you're looking forward to Gokusen the movie, you should watch this SP because this is the beginning of the movie. I hope you enjoy the review :)

0 komentar:

Post a Comment