Sunday, November 21, 2010

Day #30 Penutupan Departemen Linguistik

Ujian Integrasi di Universitas Indonesia
Akhirnya saat ini tiba juga. Saat dimana saya selesai mengajar Linguistik untuk rombongan A dan B Mabit Nurul Fikri 2011. Sejujurnya, ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu.

Saya sering mengeluh betapa repotnya menjadi  pengajar, terutama pengajar Mabit. Apalagi saya adalah Ketua Department Linguistik. Maka beban saya menjadi semakin berat. Setiap selesai mengajar atau kakak asuh pun, saya selalu dibebani rasa bersalah. bertanya-tanya, apakah ilmu yang baru saya sampaikan ke mereka sudah cukup jelas? Apakah cara mengajar saya tadi cukup jelas, ataukah rada zonk? Ya, perasaan cemas dan takut atas tanggung jawab yang besar karena saya harus mengajarkan sesuatu yang akan membawa mereka dalam mengejar mimpi mereka, yaitu mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri yang mereka inginkan.

Yah, meski saat mengajar ataupun kakak asuh, saya menjalaninya dengan santai dan cuek, dan menikmatinya dengan sepenuh hati, tapi saat sudah di rumah, atau saat semuanya selesai, saya selalu mengingat lagi apa yang sudah saya coba berikan kepada mereka; Mabiters 2011. Apakah cukup baik? Ataukah hanya membawa mereka pada kesesatan?

Kelas reguler, kakak asuh, dan ujian departemen telah kami lewati. Semua melelahkan, merepotkan , menyusahkan, tapi terasa sangat menyenangkan di saat yang bersamaan. Berinteraksi dengan Mabiters yang umurnya tidak jauh berbeda, mereka yang saat ini sibuk mengejar mimpi mereka, persis seperti guesaya dulu saat masih menjadi mabiters, memberikan sensasi perasaan yang menyenangkan. Nggak bisa dijelaskan, tapi saya tau ini akan jadi salah satu perasaan yang nggak akan bisa dilupakan seumur hidup.

Saya nggak pernah sekalipun menganggap mereka murid, karena saya belum merasa pantas menyebut diri sebagai guru. Saya menganggap mereka sebagai teman dan berinteraksi dengan mereka sebagai teman juga. Selama mengajar di rombongan A dan B yang dipenuhi oleh orang-orang hebat ini, saya sadar saya memiliki sangat banyak kelemahan, terutama dalam mengajar. Karena itu, moment Penutupan Departemen Linguistik saya gunakan untuk meminta maaf kepada mereka, karena saya benar-benar diliputi rasa bersalah. Mereka adalah orang-orang hebat yang memiliki analisis tinggi dan kritik mereka sangat membangun. Saya merasa tertampar, dan merasa bersalah, tapi sekaligus tersemangati. Saya dan para pengajar Linguistik meminta maaf kepada kalian para mabiters rombongan A dan B atas segala kekurangan dan ketidaksempurnaan kami. Saya juga berterimakasih banget atas kritik dan saran kalian, dan keterbukaan kalian serta keramahan kalian selama ini. Kalian bahkan masih menyempatkan diri untuk membuat hadiah untuk departemen Linguistik.

Sumpah, speechless karena baru kali itu saya merasa amat sangat dihargai, padahal banyak kesalahan yang telah kita perbuat. Makasih banyak ya, Aroma dan Rombeng. Bismillah, insya Allah kalian diterima di PTN yang kalian impikan. :)
Bersama Pengajar
Kenang-kenangan dari Mabiters Romb. A dan B :)

2 komentar:

annyeong grammarian said...

Assala:mu'alaikum.

Ma'af, kamu dosen di FIB UI ya? Dari jurusan bahasa apa?
Hebat, masih muda tapi sudah menjadi ketua departemen linguistik.

Salam...:)

denisaroseno said...

Waalaikumsalam...
Wah, bukan bukan. Saya cuma mahasiswa semester 1 di UIN Jakarta jurusan Jurnalistik. Kepala departemen Linguistik itu, untuk lebih jelasnya silahkan baca di postingan saya di :
http://denisaroseno.blogspot.com/2010/11/day-25-mabit-nurul-fikri.html

Disitu dijelaskan mengenai kurang lebih posisi saya sbg kepala departemen disini. :)

Post a Comment

There was an error in this gadget