Sunday, November 14, 2010

Day #28 OBAMA DATANG

Berbagai tanggapan pun terlontar. Dari yg mendukung hingga yg mengecam. Berbagai pendapat berseliweran, paling jelas di dunia maya, terutama twitter. Aku melihat banyak pendapat dan perdebatan, dari yg senang hingga yg tidak senang atas kedatangan Obama ini. Menarik. Betapa kedatangan presiden dari Negara super power itu di Negara kaya kita, Indonesia.
Aku bukan orang yg terlalu cerdas. Aku bukan orang yg terlalu berpengetahuan luas. Aku hanya orang biasa dengan sifat sangat plagmatis yg ingin menyampaikan pendapatku secara sok tahu. Secara pribadi, aku merasa bahwa kedatangan Obama ini bukan hal yg pantas disepelekan. Aku bukan penggemarnya beratnya, tapi juga tidak membencinya. Tapi aku adalah orang yg cepat kagum terhadap sesuatu.
Aku melihat saat Ia berbicara dgn Presiden kita SBY di konferensi pers di Istana Negara. Dia mengucapkan “Assalamualaikum..” “Selamat sore..” dan beberapa bahasa Indonesia lainnya. Beberapa orang berpendapat, itu hanya cara seorang presiden yg ingin jaga image di depan publik. Mungkin memang benar begitu. Tapi aku pribadi menganggap ia memang benar-benar tulus mengatakannya dari dalam hati, dan memang ingin mengucapkan itu dengan maksud beramah tamah yg tulus. Well, I know its maybe kinda na├»ve but hey, this is the way an pleghmatis thinking :P
Beberapa orang juga berpendapat, kedatangan Obama menyebabkan Jakarta macet. Hey, Jakarta memang sudah macet dari dulu. Don’t blame it to the president :P Ada juga beberapa yg bilang, kalau Obama ke Indonesia tanpa merasakan kemacetannya, maka sia-sia saja. Haha oh please, stop complaining, dude. Apakah seorang presiden Negara superpower datang ke Negara kita hanya untuk hal sesederhana ini? Tidak. Dan, pendapat seperti ini pun dijawab oleh Sang Presiden: “Aku tahu karena sekarang aku sudah menjadi presiden, maka aku tak bisa lagi merasakan kemacetan Jakarta. Aku pernah tinggal disini, dan tahu kemacetan disini, dan ingin merasakan kemacetan itu lagi. Tapi, presiden mendapat banyak perlakuan khusus termasuk di jalanan sudah dari sananya. Aku ingin merasakan lagi naik becak, bemo, dan lainnya. Tapi sekarang kendaraan-kendaraan itu sudah tak ada di Jakarta sepertinya. Bahkan bangunan yg dulu kulihat paling tinggi, sekaang jadi pendek.” Haha look how down to earth is him. I know some of you must be thinking that its just the way to reach public attention, tapi menurutku tidak. You can tell by his eyes and the way he talks. He say it sincerely. Or maybe its just my perception since I’m a pleghmatis.
Lalu, ada juga jamuan makan malam di mana presiden kita tercinta memberikan penghargaan terhadap mendiang Ibunda Barack Obama yg dulu pernah berjasa besar di Indonesia. Dan juga terjadi pembicaraan mengenai kerjasama antara Indonesia dengan Amerika Serikat. Well, pasti kita semua mempertanyakan makna kedatangan Obama kesini. Karena banyak juga yg menganggap kedatangan Obama di tengah bencana Merapi dan Mentawai di Indonesia tidaklah tepat. Tapi, kenapa kita tidak coba menghargainya? Mungkin saja kedatangannya memang untuk membantu Indonesia, bukan. Kalaupun kedatangan Obama ke Indonesia hanya untuk mengobati kekecewaan Indonesia atas penundaan kedatangannya sebelumnya (2x penundaan), masih pantas untuk kita hargai, bukan? Kenapa kita tidak berpositive feeling saja? Ada yg berpendapat bahwa menghargai pahlawan di Negara lain lebih penting disbanding menghargai presiden Negara lain. Ya, aku setuju. Tapi, aku lebih setuju jika kita menghargai setiap jenis kebaikan, termasuk kerelaannya meluangkan waktu datang ke Indonesia. ;)

PS:  Obama speaks good Indonesian. And that, is sexy. Welcome back, Mr. President. Hopefully you’ll come back here soon. J

0 komentar:

Post a Comment

There was an error in this gadget