Sunday, November 7, 2010

Day #23 Mengejar Waktu Jam 12 Malam Demi Cap "Anak Baik-Baik"

Malam Minggu, tanggal 6 November 2010 kemarin, bisa jadi adalah hari yg paling sial buat gue. Sejak membuka mata sampai mau tidur, ada aja kejadian sialnya. Oke, postingan kali ini mengenai curahan hati =,=

Akhirnya, setelah selesai mengajar seperti biasa di Mabit Nurul Fikri pada jam setengah 10 malam, gue memutuskan untuk ikut Karin dan Puteri (sepupu gue) menghabiskan voucher gratis di 7eleven Mampang. Lumayan kan, masa dapat rejeki nggak digunakan (y). Akhirnya setelah sempat kehilangan kunci motor sebentar, kita pun meluncur menuju 7eleven yg kebetulan jaraknya nggak terlalu jauh dari Mampang.

Bisa dibayangkan, 3 remaja perempuan, 2 diantaranya berjilbab, jam 10 malam masih ngelayap di luar rumah. Well, Gue hanya berniat me-refresh otak setelah mengalami banyak kejadian nggak enak seharian itu. Lalu, seperti biasa, kita bertiga ini kalau udah di luar rumah, bersama pula, dipastikan lupa waktu. Apalagi gue juga sedang jenuh dgn suasana rumah, kan. Jadi, menurut gue nggak masalah kalau kita menghabiskan waktu agak lebih lama diluar.

Jam 11 malam, orang-orang rumah mulai menelpon dan menanyakan "Kapan pulang?" "Lagi dimana?" "Sama siapa?" "Sedang berbuat apa?" ~> oke, memang mirip lagu Kangen Band, tapi memang pertanyaan itulah yg dilontarkan Papa, Mama, dan Adik gue -__-"

Mereka nggak suka anak perempuan kelayapan sampai malam hari begitu. Lalu, berhubung malam itu gue memang sedang jenuh, bete tingkat dewa, jadi gue sensi banget. Can they please just give me a break? I need some refreshing too, dude! Dan seperti layaknya anak muda jaman sekarang, gue hanya bisa protes di twitter:

"Kenapa cowok boleh sampe pagi ngelayap di luar, sedangkan cewek nggak boleh. Padahal kita juga cuma duduk2 doang. Not fair!" Tweeted gue. Dan tiba-tiba, seorang teman bbm gue, lalu... bilang begini "Biar gue yg jawab pertanyaan lo di twitter." Dan... mulailah dia menceramahi gue panjang lebar. Tentang bagaimana kita harus bersyukur karena wanita dilindungi, atau bagaimana laki-laki lebih kuat dan bisa menjaga diri, dan bagaimana berharganya seorang wanita, dll. 

Well, I really appreciate you, girl... But, please! Gue bukan meminta diceramahi, disalahkan, atau dihakimi seperti itu. Gue tau semua teori mengenai wanita berharga dan alasan kenapa kita tidak diizinkan pulang malam, dsb. Tapi, tidakkah lo mengerti maksud gue? Gue cuma mau paling tidak sedikit bersantai malam itu. Dan, menurut gue, kita nggak berhak menghakimi seseorang itu buruk hanya karena faktor 'Pulang Malam'. Dan kenapa kita harus peduli dengan pendapat orang kalau itu nggak benar? Gue cuma mau jadi diri sendiri, melakukan hal yg membuat gue senang, dan menjalani hidup gue apa adanya. Tentu aja gue masih tetap memperhatikan batas yg berlaku, tapi please deh, what is life without a little risk? What is life without doing mistakes? Boring! What's not fair is when you judge me as a bad girl just because I want to spend my boring day in the restaurant and refresh myself until the middle of the night. 

Gue hanya duduk, nlurpee, numpang wifi, ngobrol, dan foto-foto aja. That's what you call 'bad girl'? Well, we really have different perception of life. Tapi terimakasih banyak karena sudah perduli ;)

FYI, karena gue masih sadar waktu dan peraturan, gue mengajak Karin dan Puteri pulang jam setengah 12 malam demi mengejar waktu jam 12 teng. Kita naik motor bertiga, melewati jalan-jalan tikus, sambil berkali-kali bilang "Hey, kita harus sampai rumah sebelum jam 12 malam supaya kita nggak lepas dari cap 'anak baik-baik'"... Hahahaha that was a fun night! Merasakan sensasi deg-degan mengejar waktu jam 12 malam seperti Cinderella, demi sebuah cap nama. Gue nggak terlalu memikirkan cap ini sebenarnya. Kita hanya ingin sedikit bersenang-senang dengan memakai alasan cap anak baik-baik untuk ngebut pulang. Dan yep, kita sampai rumah tepat jam 12 malam. How cool we are... Hehehe

Oke, hanya segitu aja ya cerita gue ya. Ciao!


0 komentar:

Post a Comment

There was an error in this gadget