Sunday, March 7, 2010

My Name is Khan at the midnight :D

Hallo... 
Semalam Saya mengalami hari yang cukup unik deh, haha. That's why I think I should write the story in here *meski belom tentu ada yg baca -,-* Anyway, semalam itu kan malam Sabtu, dan harusnya Saya Mabit, tapi nggak berangkat karena ada pernikahan saudara. Mana acaranya jauh pula... di Bekasi. Anehnya, kita hampir nyasar ke Bandung pas perjalanan pulang. Zzz... 

Nah, di perjalanan pulang, Saya iseng bilang, "Ma... nonton My Name is Khan, yuk!" padahal itu udah jam 9 malem. Jadi, sebenarnya nggak berharap bakal diizinin juga. Tapi, ternyata jawaban Mama, "Ayuk... tapi jam segini udah pada mulai pasti filmnya. Yang midnight aja ya." Pas denger itu, Saya jelas aja melongo... Gaul bener Mama ngajakin nonton midnight... -____- tapi akhirnya kita berangkat juga. Sampai rumah, ganti baju, OL bentar sembari nunggu Mama ngabisin sinetronnya, barulah kita jalan. Berdua doang pula. Soalnya si Adik nggak mau ikut dan lebih milih main PS. Papa juga nggak mau karena capek abis nyetir dan nyaris nyasar, hehehe. Awalnya mau naik motor aja, boncengin Mama, karena kita jalan jam setengah 11 malam... udah nggak ada kendaraan umum lagi. Tapi, motor tua itu kagak mau hidup. Yasudahlah, akhirnya kita naik ojek saja. Bertiga pula. Ke Penvil pula. That was totally random for me :D

Singkat cerita kita sampe di Penvil yang udah gelap dan harus naik ke lantai paling atas karena hanya tinggal bioskopnya yang buka. Setelah tiket beres, Saya beli Popcorn sama fanta *sempet ngomel juga karena cuma 2 popcorn dan 2 fanta aja sampe 70ribu. Mahalan snack daripada tiket* Baru juga duduk sebentar sambil nunggu film, Mama numpahin fantanya sedikit. Clumsy as always. Oke, masih wajar. Terus kita masuk ke dalam teater satu, Mama naruh fantanya di bawah. Eh, ketendang sama kakinya sendiri. Tumpah semua... Zzzz -,- 

Dan saat itu yg disalahin malah gw pula... Tambah Zzzzzzzzzz 

Mama: Yah... kamu sih De, nggak bilang kalo ada tempat buat naruh minumnya" *maksudnya yang di samping setiap kursi bioskop 
Ade: Naaah... Ade kira mama tauk.
Mama: Ya nggak taulah. Kamu harusnya ngasih tau
Ade: Iya deh iyaaa... *dalam hati menggerutu*

Sunyi sebentar, kirain udah selesai complainnya... tapi tau-tau "harusnya kamu beli yang botolan biar nggak tumpah" Eh, si Mama masih nyambung aja deeeh. Diam sajalah daripada ribut terus -,- 

My Name is Khan 
Pemeran utama film ini adalah Sahrukh Khan dan Kajol, dua sejoli India yang legendaris banget dengan filmnya Kuch-Kuch Hota Hai. Saya nonton film itu waktu masih TK kalo nggak salah. Tapi, di film ini mereka udah nggak seperti dulu lagi. Udah amat sangat matang. FYI, Sutradaranya masih sama... Karan Johar. Singkatnya, ini adalah cerita tentang seorang penderita autis syindrome bernama Rizvan. Sorry, lupa nama lengkap penyakitnya. Pokoknya, dia itu takut dengan suara bising, orang-orang baru, dan keramaian, juga warna kuning. Dan dia juga tak bisa mengekspresikan perasaannya dengan kata-kata. Ia menuliskannya. Tapi lama-kelamaan penyakitnya mulai sedikit membaik seiring dengan bertambah dewasanya dia. Nah, Rizvan memang autis, tapi kecerdasannya di atas rata-rata. Dia bisa memperbaiki berbagai macam kerusakan mesin dan semacamnya. Dia bisa mengingat banyak hal. Dan dia adalah seorang India Muslim yang taat. Dari kecil ibunya mengajarkan dia bahwa di dunia ini hanya ada dua perbedaan "insan yg melakukan hal baik dan insan yg melakukan hal buruk" dengan maksud agar pikiran Rizvan yang autis dan agak aneh itu tidak salah menilai sesuatu. Karena itulah Rizvan tak menganggap adanya perbedaan antar agama dan selalu melakukan kebaikan kepada siapa pun. Sifatnya itu timbul alamiah. 

Rizvan dalam perjalanannya
Setelah ibunya meninggal, Rizvan pindah ke Amerika menyusul adiknya dan mulai bekerja disana sebagai sales. Singkatnya, dia bertemu Mandira (Kajol), seorang perempuan Hindu India yang cantik dan janda beranak satu. Menikahlah mereka tanpa memperdulikan perbedaan agama. Suatu hari, selang beberapa tahun setelah pernikahannya, ada berita bahwa beberapa gedung di Amerika di bom oleh teroris Muslim. Dan, hal itu menimbulkan perubahan sikap dari para Americans terhadap orang-orang muslim yg tinggal di Amerika. Dan akhirnya juga menimbulkan masalah terhadap rumah tangga Rizvan dan Mandira. Perbedaan sikap terhadap orang Muslim itu juga menimbulkan keinginan Rizvan untuk mengatakan bahwa ia seorang Muslim dan bukan terorist. Sebenarnya hal itu juga perintah dari Mandira yang mengatakannya saat sedang dimakan api kemarahan. 

Rizvan ingin menemui presiden Amerika hanya untuk mengatakan "My Name is Khan and I'm not a terorist..." dan untuk itu Rizvan harus menempuh perjalanan panjang yang juga sangat berat, ditambah lagi dirinya yang menderita autis. Hal itu berat, namun memang itulah salah satu kelebihan dari penyakitnya. Hal itu membuat Rizvan selalu melakukan berbagai hal dengan sangat serius dan takkan berhenti sebelum mewujudkannya. Dalam perjalanannya itu, banyak terjadi kejadian-kejadian yang tak terduga sepanjang film, hal-hal yang akan bikin kita tertawa, lalu menangis, lalu merenung dan berpikir, film yang amat sangat cerdas. Selain itu, film ini nggak memihak agama Muslim saja meski tokoh utama dan penceritaannya tentang Muslim, tapi film ini bisa dinikmati oleh berbagai kalangan agama. Lalu, apakah Rizvan berhasil menemui Presiden Amerika? Hahahaha nonton aja sendiri ya. Nggak nyesel kok. Filmnya bagus banget. Saya kasih nilai 9 deh. Secara penceritaan keren dan mengandung nilai moral yang baik, dan ceritanya nggak membosankan.

Karismanya yang tak pernah hilang....

Film My Name is Khan berbeda dari film India lain yang kebanyakan nyanyinya. Sang sutradara membuat film ini jadi bisa dinikmati kalangan universal tanpa melepas nuansa Indianya. Dan secara akting, wooow... Shahrukh Khan memang aktor India legendaris. Dia bisa dengan sempurna memerankan tokoh Rizvan yang autis. Sayakagum dengan cara dia berbicara layaknya orang autis aneh dan juga cara dia berekspresi. Well, dia juga nggak kehilangan karismanya meski sudah tua, lho. Mukanya tetap babyface, hahaha. Kalian nggak akan bisa menebak kemana arah ceritanya... dan justru akan dibuat kaget dengan setiap adegan-adegan baru. Hal yang Saya paling inget adalah, Rizvan itu nggak bisa nangis untuk menunjukkan kalau dia sedih karena itu dia iri sama adiknya sedikit. Tapi dia selalu membawa 3 batu kecil saat dia sedih atau takut. Lalu, dia akan baca Al-Ikhlas. Pernah dia baca Al-Ikhlas di tengah para Americans yang lagi berkabung. Nah segitu aja ya reviewnya. Jangan lupa nonton. Filmnya bagus banget. 

0 komentar:

Post a Comment